Senin, 30 Juli 2018

Kenapa kok Bu Susi ?

Sebagai orang awam saya baru mengenal Bu Susi ketika Presiden Jokowi mengangkat beliau menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan. Ketika itu sosok ibu satu ini jadi perbincangan karena gayanya yang 'nyentrik' dan gaul. Bagaimana tidak, baru pada masa pemerintahan Jokowi lah diangkat seorang menteri yang tidak lulus SMA, seorang wanita perokok yang bertatto. Kala itu banyak yang meragukan kompetensi Bu Susi sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan walaupun beliau adalah seorang pengusaha sukses. Sindiran akan pilihan Jokowi kepada Bu Susi menjadi bahan ejekan oleh orang yang tidak menyukai Jokowi. Banyak yang berpendapat bahwa Bu Susi tidak akan bisa berbuat banyak di Kementrian Kelautan dan Perikanan yang dipimpinnya tapi kritik dan ejekan itu tidak membuat Jokowi bergeming untuk mempercayakan masa depan laut Indonesia kedalam tangan Bu Susi.

Seiring berjalannya waktu Bu Susi membuktikan bahwa gelar pendidikan formal bukanlah penentu seseorang untuk bisa berprestasi. Dengan modal kerja keras dan kejujuran, jujur terhadap pekerjaannya Bu Susi justru menjadi salah satu menteri yang memiliki kinerja bagus di mata masyarakat Indonesia dan dunia. Ketegasannya dalam menenggelamkan kapal-kapal ilegal asing yang merampok hasil laut di wilayah kedaulatan NKRI banyak mendapat pujian. Ketegasan seorang pejabat yang sudah lama tidak pernah ada di Indonesia kini hadir melalui sosok Bu Susi.

Pelarangan penggunaan cantrang membuktikan bahwa Bu Susi memiliki visi yang jauh tentang manfaat laut Indonesia. Cantarang terbukti merusak ekosistem laut yang akan membuat hasil laut Indonesia di masa depan menjadi berkurang. Sumber Daya Alam tidak hanya harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk saat ini saja tetapi juga harus disertai tanggungjawab sebaik-baiknya untuk masa depan anak cucu kita.

Kebijakan penenggelaman kapal ilegal dan pelarangan cantrang membuat Kemetrian Kelautan dan Perikanan yang dipimpinnya sering di demo, tekanan politik dari orang-orang yang selama ini diuntungkan oleh illegal fishing semakin kuat, namun karena meyakini apa yang dilakukannya adalah kebenaran dan mendapat dukungan kuat dari Presiden Jokowi maka Bu Susi tetap dalam keputusannya dan hasilnya kini lambat laun mulai terasa dimana hasil tangkapan nelayan mulai bertambah banyak.

Mencintai pekerjaannya secara tulus, jujur, bersih serta loyal kepada atasan adalah poin penting dari Bu Susi. Jokowi terbukti benar ketika mengangkat dia jadi Menteri walaupun pada saat itu banyak orang yang bertanya-tanya dan meragukan keputusannya.

Mungkin sudah saatnya Jokowi mempromosikan Bu Susi Pudjiastuti menjadi wakilnya di Pilpres 2019. Bu Susi bisa jadi jalan tengah bagi koalisi Jokowi saat ini ditengah ambisi parpol yang menginginkan ketua umum mereka jadi cawapres Jokowi, toh Bu Susi bukan kader partai manapun. Loyalitas, kapabilitas dan kompetensi Bu Susi sudah bisa dilihat dalam memimpin Kementrian Kelautan dan Perikanan. Pribadi Jokowi yang sederhana, merakyat, tegas, jujur, pekerja keras dan cerdas dimiliki juga oleh Bu Susi. Jika mereka menjadi pemimpin negeri ini maka rakyat Indonesia akan memiliki harapan yang cerah menjadi bangsa yang maju dan diperhitungkan di dunia karena memiliki pemimpin pekerja keras dan jujur.

Jadi kenapa kok Bu Susi? Selain prestasnya selama ini ya karena pribadi beliau sama dengan Presiden Jokowi sederhana, merakyat, tegas, jujur, pekerja keras dan cerdas serta yang tidak kalah penting loyalitasnya kepada atasan. Dengan loyalitasnya setidaknya tidak akan terjadi intrik-intrik politik antara RI 1 dan RI 2 seperti yang sudah-sudah. Menghindari duri dalam daging di pemerintahan akan membuat pembangunan Indonesia menjadi lebih fokus, terarah, tenang dan damai.

Indonesia pernah memiliki Presiden Wanita pertama Megawati Soekarnoputri, tidak ada salahnya sekarang saatnya kita memiliki Wakil Presiden Wanita pertama dalam wujud Ibu Susi Pudjiastuti. Jika Jokowi butuh partner untuk menenggelamkan rival-rival politiknya Bu Susi solusinya.

Salam kecebong, ✌


Sabtu, 14 Juli 2018

FINAL PIALA DUNIA 2018 : PRANCIS VS KROASIA

Pesta olah raga termegah di dunia setelah Olimpiade sebentar lagi akan usai dengan menggelar partai Grand Final antara 2 tim dari Benua Eropa, Prancis dan Kroasia.

Kedua tim berhasil menapakan kakinya di final setelah menaklukan lawan masing-masing di semifinal. Prancis berhasil menyingkirkan Belgia dengan Golden Genaration nya 1-0 melalui gol tunggal pemain Barcelona Samuel Umtiti.

Sementara itu Kroasia memupuskan harapan Inggris yang bermimpi membawa pulang sepakbola yang mereka klaim bahwa sepakbola merupakan olahraga yang berasal dari negeri mereka. Setelah bermain imbang 1-1 diwaktu normal akhirnya Kroasia merasakan final pertama mereka melalui gol penyerang Mario mandzukic.

Bagi Prancis ini adalah pemapilan final ke 3. Dalam 2 kali penampilan sebelumnya Prancis berhasil Juara pada tahun 1998 denga mengalahkan Brasil 3 gol tanpa balas, sementara itu pada pemanpilan final kedua 2006 Prancis digagalkan oleh Italia melalui adu penalti 5-3.
Pada edisi Piala Dunia kali ini Prancis akan berjuang keras untuk menambah satu bintang lagi di Jersey Timnas mereka dengan menyingkirkan Kroasia tim yang mencetak sejarah raihan prestasi tertinggi dengan mencapai Final pertama dalam laga kompetitif yang pernah mereka ikuti selama ini.

Pencapaian Kroasia melangkah ke final memang menjadi cerita sendiri di Piala Dunia kali ini. Keberhasilan mencukur Argentina yang diperkuat calon legenda sepak bola dunia Lionel Messi 3 gol tanpa balas adalah salah satunya. Kasus pemain bertahan Domagoj Vida yang meneriakan Hidup Ukraina usai mengalahkan Rusia di perempat final sempat menjadi perhatian FIFA dan mengancam keikutsertaannya di semi final melawan Inggris. Beruntung Vida lolos dan tidak mendapatkan sanksi dan akhirnya ikut bermain untuk menyingkirkan Inggris. Kasus Vida ini digunakan media-media Inggris untuk menggugat kemenangan Kroasia.

Lalu bagaimana peluang Prancis dan Kroasia di laga final ini?
Ada beberapa aspek yang saya lihat yang membuat Prancis bisa meraih kemenangan seperti yang mereka tunjukan dalam beberapa pertandingan sejak di babak grup hingga semifinal.

1. Prancis memiliki pemain yang berkualitas diposisi masing-masing.
  • Di posisi kiper Hugo Lloris memang tampil luar biasa, setidaknya dia telah melakukan 7 kali penyelamatan dalam penampilannya sepanjang Piala Dunia ini. Ketangguhannya ini membuat pemain Prancis cukup nyaman untuk membangun serangan.
  • Diposisi bek Umtiti dan Verane merupakan salah satu bek tengah terbaik dunia saat ini. Kedua pemain selain memiliki kualitas bertahan yang baik juga bisa diandalkan dalam memanfaatkan peluang bola-bola atas pada saat momen bola-bola mati. Hal ini bisa dilihat dari gol-gol yang diciptakan kedua pemain selama penampilan mereka di Piala Dunia saat ini. 
  • Dilapangan tengah Ngolo Kante adalah pemain pekerja keras dimana dalam pertandingan sepanjang Piala Dunia ini dia telah memenangkan perebutan bola untuk mempertahankan ball position tetap dalam permainan Prancis sebanyak 48 kali, pencapain terbaik dibanding pemain lain sepanjang turnamen.
  • Diposisi penyerang, Kylian Mbappe pemain termuda yang pernah mencetak gol dalam babak gugur di Piala Dunia setelah Pele di tahun 1958 merupakan pemain spesial yang memiliki dribel dan kecepatan yang tinggi. Kita bisa melihat kualitas Mbappe ketika melawan Argentina dimana pemain bertahan Argentina dibuat kalangkabut mengejar dan akhirnya harus melakukan pelanggaran untuk menghentikannya. Kekuatan dan kecepatan Mbappe membuktikan bahwa dia adalah pemain yang bisa membuat perbedaan. Kualitas yang harus dimiliki pemain dalam pertandingan besar.
  • Antoine Griezmann, kapten hebat bermain sebagai penyerang haus gol tapi juga memiliki kemampuan untuk bermain ditengah untuk memenangkan bola. Griezmann adalah Prancis itu sendiri, dia bermain untuk tim, memiliki mental juara dan sosok tepat yang dibutuhkan pelatih Didier Deschamps untuk memimpin dilapangan. 

 2. Pelatih

  • Perancis memiliki pelatih yang berpengalaman sebagai pemain yang pernah berlaga di Final Piala Dunia dan memenanginya. Didier Deschamps adalah kapten timnas Prancis ketika berhasil merebut trophy Piala Dunia 1998 dengan mengalahkan Brasil di Final. Pengalaman ini akan menjadi salah satu kunci memotivisasi pemain-pemainnya, setidaknya pemain Prancis dapat menimba pengalaman dari pelaku sejarah itu sendiri dan akan menjadi salah satu kunci pelatih dalam mempersiapkan mental pemenang bagi timnya.
  •  Dengan memenangkan 8 pertandingan dalam 11 laga terakhir (73 persen) Didier Deschamps membuktikan bahwa dia adalah pelatih yang memiliki kualitas dan kemampuan untuk menyatukan bakat-bakat pemain bintang dengan pemain muda yang ada di dalam tubuh timnya.
3. Sejarah

  • Dalam duapuluh tahun terakhir atau dalam 6 edisi Piala Dunia terakhir Prancis berhasil mencapai 3 kali final. Ini bukti bahwa Prancis bisa menghasilkan pemain-pemain berkualitas sepeninggal Platini maupun Zidane. Dalam sejarah Piala Dunia Prancis unggul dibandingkan Kroasia yang baru kali ini tampil di final.
 Lalu bagaimana dengan Kroasia? Bagi pecinta sepak bola yang suka akan kejutan tentunya berharap Kroasia bisa menampilkan kejutan-kejutan berikutnya. Berharap Kroasia menambah daftar negara baru yang pernah memenangi Trophy Piala Dunia bukanlah tanpa alasan. Kroasia bisa juara dengan alasan aspek-aspek berikut ini:

1. Kualitas individu pemain :

  • Kiper Danijel Subasic telah membuktikan ketangguhannya ketika bertemu Denmark di babak 16 besar dan di perempat final ketika menggagalkan pinalti pemain rusia, beberapa penyelamatan gol telah berhasil menjaga mental pemain lainnya dan tentunya membuat frustasi penyerang lawan. 
  • Di garis pertahanan Domagoj Vida, Dejan Lovren, Ivan strinic, sime Vrsaljko membentuk pertahanan solid yang sulit ditembus penyerang lawan. Kualitas bek ini tidak kalah hebat dengan bek-bek Prancis rival di final. 
  • Lapangan tengah akan menjadi kunci Kroasia untuk memenangkan laga melawan Prancis. Luka Modric dan Ivan Rakitic adalah pemain  yang secara kualitas membuat Kroasia lebih unggul sedikit dibanding dengan pemain tengah Prancis yang mengandalkan Kante dan Pogba. Baik Modric dan Rakitic adalah pemain pemenang yang bukan hanya memiliki skill mumpuni tapi memiliki kemampuan menahan bola, mengatur ritme permainan, membagi bola dan melakukan umpan-umpan matang yang dapat membahayakan gawang lawan serta kemampuan mencetak gol dari lini kedua.  
  • Di posisi penyerang Mario Mandzukic adalah penyerang berbahaya terutama bola-bola atas. sundulan Mandzukic adalah senjata andalan dalam membobol gawang lawan-lawannya selama ini. Bahkan ketika berseragam Bayern Muenchen, Pep Guardiola  pelatinya kala itu mengatakan bahwa Madzukic adalah penyerang terbaik dengan sundulannya di sekitar wilayah pinalti lawan. 
 2. Mental dan karakter

  • Denmark, Rusia dan Inggris adalah tim yang merasakan keampuhan mental dan karakter pemain Kroasia. Dalam tiga pertandingan itu Kroasia berhasil unggul setelah tertinggal terlebih dahulu bahkan mental dan karakter mereka diuji dalam adu penalti ketika melawan Denmark dan Inggris. Kapten Luka Modric mengatakan bahwa dalam pertandingan-pertandingan itu mereka telah menunjukan karakter mereka. Ya karakter pemenang yang akan sangat dibutuhkan dalam pertandingan final nanti. 
3. Pengalaman

  •  Prancis mungkin lebih memiliki sejarah dibandingkan Kroasia di Piala Dunia namun secara individu pemain-pemain Kroasia lebih memiliki pengalaman dilapangan sepak bola. Modric sebagai kapten adalah jenderal lapangan tengah di klub raksasa Real Madrid. Selain Modric masih ada pemain lainnya yang malang melintang di klub-klub besar eropa seperti Ivan Rakitic di Barcelona, Mario Mandzukic di Inter Milan, Ivan Perisic di Juventus dan Dejan Lovren yang memperkuat tim besar Inggris Liverpool. Dengan rata-rata usia pemain 27 tahun yang merupakan fase usia puncak pemain sepak bola baik secara teknik dan pengalaman Kroasia diharapkan pendukungnya mencetak sejarah baru bagi negaranya.

Prancis dan Kroasia yang sama-sama menggunakan formasi 4-2-3-1 memiliki kualitas yang cukup seimbang. Secara taktik dan kualitas pemain kedua tim setara sehingga kemungkinan pemenang dari pertandingan ini akan ditentukan oleh kekuatan karakter tim masing-masing dan dengan sedikit keberuntungan.  Sebagai pecinta sepak bola publik tentunya berharap kedua tim bermain lepas dan bisa menampilkan kemampuan terbaiknya, demikian juga dengan harapan pribadi saya berharap pada pagelaran edisi Piala Dunia kali ini muncul Juara Dunia baru yaitu Kroasia yang memiliki skuad yang disebut sebagai generasi emas terbaik setelah era Davor Suker dkk yang berhasil mencapai semi final Piala Dunia 1998 di Prancis. Apakah harapan ini akan terwujud tentu hasilnya akan kita ketahui Minggu 15 Juli ini.





Rabu, 11 Juli 2018

Yesus, Pernahkah Dia berkata bahwa Dia adalah Tuhan?

Sedikit catatan kaki kutipan dari David Wood seorang atheis yang menjadi pengikut Kristus.

Pertanyaan yang sering dilontarkan muslim adalah "Dimana Yesus pernah berkata, "Saya adalah Tuhan Sembahlah Saya?"

Dan muslim biasanya dilatih untuk menerima jawaban dengan kata-kata yang sama persis.
Kriteria dengan kata-kata yang sama persis adalah KRITERIA KONYOL.

Namun kita bisa saja menjawab pertanyaan muslim dengan kriteria dan pertanyaan yang sama : "Dimana Yesus pernah berkata, Saya adalah nabi, Jangan sembah saya?" Pertanyaan dimana merupakan hal yang dipercaya muslim tentang Yesus sebagaim nabi, dan pertanyaan seperti ini akan membuktikan bahwa islam salah.

Hal ini membuktikan bahwa menuntut kata-kata yang sama adalah absurd. Dan hal ini membuktikan bahwa islam bukan bertujuan untuk membawa orang kepada kebenaran tapi bertujuan untuk menimbulkan kebingungan.

Pertanyaan yang wajar seharusnya :
"Dimana dan bagaimana Yesus mengaku diriNya sebagai Tuhan?" dan disini kita kan menemukan ayat-ayat yang menarik. Tetapi jika kita membuktikan dengan ayat-ayat yang ada di Alkitab maka muslim akan menyanggah dengan REINTERPRETASI atau PENAFSIRAN ULANG esuai dengan apa yang mereka percaya bahwa Yesus bukanlah Tuhan.

Untuk menjawab reinterpretasi kaum muslim ini maka kita bisa memulai dengan "siapakah Tuhan itu." Karena menurut Alkitab dan Al Quran ada beberapa klaim yang hanya bisa dilakukan oleh Tuhan. Contohnya : "Saya menciptakan Alam Semesta."
Jika manusia yang mengklaim / mengatakan sebagai pencipta alam semesta maka hal itu pastilah salah karena hanya Tuhan yang menciptakan alam semesta. Jadi kalau Yesus mengatakan dan melakukan sesuatu yang hanya bisa dikatakan dan dilakukan oleh Tuhan maka kita dapat menyimpulkan bahwa Yesus adalah Tuhan.

Yang menarik baik Yahudi, Kristen dan Islam sepakat bahwa ada klaim-klaim yang hanya bisa dilakukan oleh Tuhan.

Mari kita lihat beberapa buktinya :

1. Siapakah Yang Awal dan Yang Akhir?
  • Quran 57:3 "Yang Awal dan Yang Akhir dua-duanya adalah bagian dari 99 nama Allah" (Mengacu kepada Tuhan sebagai Yang Awal dan Yang Akhir)
  • Hal yang sama terdapat juga dalam Alkitab Yeaya 44 : 6 " Beginilah Firman Tuhan, Raja dan Penebus Israel, Tuhan semesta alam : "Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian, tidak ada Allah selain dari pada-Ku."
Jadi Tuhan adalah Yang Pertama dan Yang Terakhir menurut Alkitab dan Al Quran. Jadi apakah nabi biasa bisa memanggil dirinya Yang Awal dan Yang Akhir? Dan itulah yang dikatakan Yesus dalam  :
  • Wahyu 1 : 17-18 ".....Yesus Berkata : Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segalamkunci maut dan kerajaan maut."
Coba kita tafsirkan ayat tersebut, ketika Yesus menggunakan gelar yang hanya bisa digunakan Allah dan memakainya untuk DiriNya sendiri.

2. Siapakah yang dapat menebus dosa?
    Menurut Yahudi, Kristen dan Islam hanya Allah yang bisa menawarkan pengampunan yang 
    sebenarnya ( Ultimate Forgiveness)
  • Daun berkata di Mazmur 51 :4 "Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kau anggap jahat."
  • Quran setuju bahwa pengampunan yang paling penuh adalah milik Allah saja dalam Quran 3:135 " dan siapa mengampuni dosa selain Allah." Jika Quran mengatakan bahwa hanya Allah yang bisa mengampuni dosa apakah seorang nabi biasa bisa mengklaim bahwa dia bisa mengampuni dosa?
  • Markus 2, seorang lumpuh dibawa pada Yesus untuk disembuhkan. Respon Yesus mengakibatkan pemuka agama menuduhnya melakukan penghujatan. Mari kita baca Markus 5:5-12. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah ia pada orang lumpuh itu : Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!" Tetapi disitu ada juga duduk beberapa ahli taurat, mereka berpikir didalam hatinya, "Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?" Tetapi Yesus segera mengetahui dalam hati Nya bahwa mereka berpikir demikian, laluia berkata kepada mereka : "Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu? Manakah lebih mudah, mengatakan orang lumpuh ini : Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan : Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa." Berkatalah Ia kepada orang lumpuh ini : Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah kerumahmu!" Dan orang itupun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi keluar dihadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya : "Yang begini belum pernah kita lihat."
Digambarkan dan benar-benar diakui bahwa hanya Allah yang bisa mengampuni dosa dan Yesus yang merujuk DiriNya sebagai Anak Manusia mempunyai kekuasaan di dunia untuk mengampuni dosa, sesuatu yang menurut Quran hanya Allah yang berkuasa melakukannya.

3. Siapakah Hakim terakhir kita?
  • Mazmur 9: 7-9 "Tetapi Tuhan bersemayam untuk selama-lamanya, takhtaNya didirikanNya untuk menjalankan penghakiman. Dialah yang menghakimi dunia dengan keadilan.
  • Quran 22 : 56-57 "Kekuasaan pada hari itu ada pada Allah, Dia memberi keputusan diantara mereka. Maka orang-orang beriman dan beramal saleh adalah di dalam surga yang penuh kenikmatan. Dan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, maka bagi mereka azab yang menghinakan.
Jika Alkitab dan Al Quran menyatakan bahwa Hakim terakhir adalah Allah apakah seorang nabi biasa bisa mengklaim jadi hakim bagi semua orang? Tentu saja tidak. Tapi hal itulah yang di kalim oleh Yesus seperti yang tertulis di :
  • Matius 25 : 31-32 "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaanNya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam diatas takhta kemuliaanNya. Lalu semua bangsa akan dikumpulkan dihadapanNya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing."
Jika Yesus berkuasa memilih siapa yang baik dan yang benar bukankah hal ini hanya Allah yang bisa melakukan? Tidak mungkin nabi biasa mengatakan hal seperti itu.

4. Siapakah Kebenaran itu?
  • Mazmur 31:5 Daud merujuk Allah sebagai Kebenaran.
  • Quran 22:6 Allah adalah Kebenaran/ Al haq sama sepertiYang Awal dan Yang Akhir adalah satu dari 99 nama Allah.
  • Yohanes 14:5 Yesus berkata : "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku."
Mengetahui bahwa Allah adalah Kebenaran, apakah seorang nabi boleh memanggil dirinya KEBENARAN? Apakah saudara kita Muslim tidak merasa aneh kalau Yesus telah menggunakan nama Allah pada diriNya sendiri?

5. Siapakah yang membangkitkan orang mati?
    Alkitab dan Al Quran menyetujui Allah lah yang membangkiykan orang mati.
  • 1 Samuel 2:6 "Allah mematikan dan menghidupkan, Ia menurunkan ke dalam dunia orang mati dan mengangkat dari sana."
  • Quran 22:7 "Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur."
Karena Allah satu-satunya yang membangkitkan orang mati pada hari kebangkitan, mungkinkah kita berharap kepada nabi biasa mengatakan kepada pengikutnya bahwa Ia akan membangkitkan orang mati?
  • Yohanes 5:25-29... "Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, dan orang-orang mati akan mendengarkan suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup. Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam DiriNya sendiri, demikian juga diberikanNya Anak mempunyai hidup dalam DiriNya sendiri. Dan Ia telah memberikan kuasa kepadaNya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia. Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang ada dalam kubur akan mendengar suaraNya, dan mereka telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk ndihukum."
  • Yohanes 11:25 Jawab Yesus "Akulah kebangkitan dan hidup, barang siapa percaya kepada Ku, ia akan hidup walauoun ia sudah mati."
Kalau Yesus hanya nabi biasa bukankah ini artinya penghujatan? 

6. Apakah Tuhan membagi KemuliaanNya?
  • Quran 57:1 : "Semua yang berada di langit dan yang berada di bumi bertasbih kepada Allah (menyatakan kebesaran Allah)."
  • Yesaya 42:8 "Aku ini Tuhan, itulah nama Ku, Aku tidak akan memberikan kemuliaan Ku kepada yang lain."
Jelas sekali bahwa tidak ada nabi yang akan berkata bahwa dia akan dimuliakan bersama Allah, apalagi bila dia memiliki kemuliaan bersama Allah sebelum dunia dijadikan.
  • Yohanes 17:5 "Dan sekarang, ya Bapa permuliakanlah Aku di hadirat Mu sendiri dengan kemuliaan yang sudah ada pada Ku dihadirat Mu sebelum ada dunia ini."
Apakah ini seperti kata-kata seorang nabi?

7. Bukti-bukti lebih lanjut.
  • Markus 2 : 28 Yesus memanggil diriNya Tuhan hari sabat.
  • Matius 22: 41-45 Yesus membuktikan bahwa Dia adalah Tuhannya Daud
  • Yohanes 8: 39-58 Yesus berkata bahwa Dia telah bertemu Abraham
  • Matius 12:6 Yesus berkata Dia melebihi Bait Allah
  • Matius 11 :27 Yesus berkata bahwa Dia memiliki hubungan yang unik dengan Bapa (Allah)
  • Yohanes 13:13-14 Yesus bisa menjawab doa
  • Matius 18 : 20 Yesus hadir dimanapun pengikutNya berkumpul.
  • Matius 28 : 18-20 Yesus mempunyai semua kekuasaan di surga maupun dunia dan Dia bersama pengikutNya selamanya.
  • Yohanes 15:16 Dia bahkan membuat pernyataan yang menakjubkan bahwa semua yang dimiliki Bapa(Allah) adalah milikNya.
  • Yohanes 5: 21-23 "Sebab sama seperti Bapa menbangkiykan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barang siapa yang dikehendakiNya. Bapa tidak menghakimi siapapun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak, supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barang siapa tidak menghormati anak, ia juga tidak menghormati Bapa yang mengutus Dia.
Karena salah satu cara kita menghormati Bapa adalah dengan menyembahNya, dan karena Yesus berkata bahwa kita harus menghormati Anak seperti menghormati Bapa dan ini juga berarti Yesus juga harus disembah makanya tak mengherankan pengikut Yesus menyembahNya dalam berbagai peristiwa.
  • Matius 2:11 Yesus disembah beberapa saat setelah lahir
  • Matius 14: 33 Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya : "Sesungguhnya Engkau Anak Allah."
  • Yohanes 9:38 Katanya : "Aku percaya, Tuhan!" Lalu ia sujud menyembah Nya.
  • Matius 28:17 Ketika melihat Dia mereka menyembah Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.
  • Lukas 24:52 Mereka sujud menyembah kepada Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangatn bersukacita.
  • Yohanes 20 :28 Murid Yesus Thomas memanggilNya sebagai Tuhanku dan Allahku.
Jadi dimana Yesus berkata : "Saya Tuhan, sembahlah Saya?". Semua ada didalam uraian diatas. Ini bukanlah hal yang bisa diklaim oleh manusia ataupun Nabi-nabi. Ini klaim yang hanya bisa dibuat oleh Tuhan. Inilah alasan mengapa orang Kristen percaya bahwa Yesus itu Tuhan.

Kata Yesus kepadanya : "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus." (Lukas 23:43)






Selasa, 10 Juli 2018

Inggris dan Kroasia di Semifinal Piala Dunia

Piala Dunia 1966 sebagai tuan rumah untuk pertama kalinya Inggris lolos ke babak semifinal. Di semifinal Inggris bertemu dengan Portugal yang diperkuat Pemain Terbaik Dunia saat itu Eusebio. 2 gol Bobby Charlton berhasil membawa Inggris mengungguli Portugal yang hanya berhasil menciptakan gol melalui penalti Eusobio. Inggris 2-1 Portugal.

Di final Inggris berhasil menaklukan Jerman Barat 4-2 untuk meraih trofi pertama dan satu-satunya mereka di Piala Dunia.

                Skuad Team Inggris ketika meraih Juara Dunia 1966


                                          Bobby Moore mencium tropi Jules Rimet


24 tahun berselang tepatnya pada Piala Dunia 1990 Italia, Inggris berhasil mencapai semifinal ke dua mereka untuk berjumpa Jerman Barat. Pemain Inggris yang dipimpin top score edisi Piala Dunia 1986 sebelumnya Garry Lineker berhasil menyamakan kedudukan setelah tertinggal terlebih dahulu lewat tembakan pemain Jerman Barat Andreas Brehme. Laga yang berkesudahan imbang 1-1 di waktu normal dan perpanjangan waktu akhirnya ditentukan dengan adu penaltin yang dimenangkan oleh Jerman Barat 3-4. Di momen setelah adu pinalti kita bisa melihat bagaimana kecewanya pemain paling berbakat Inggris Paul Gascoigne menangis dan dihibur oleh pelatih Bobby Robson.

                                               Tangis Gascoigne usai kalah adu penalti

                                Stuart Pearce tertunduk lesu usai gagal mengeksekusi pinalti


Timnas Inggris pada Piala Dunia 1990 diisi pemain-pemain paling menjanjikan pasca Piala Dunia 1966. Garry Lineker, Bryan Robson, Peter Shilton, Chris Waddle, Peter Bardsley, David Platt adalah generasi pemain-pemain paling berbakat yang dimiliki Inggris hingga saat ini.



                                                                          Kroasia 1998

Setelah pecah dan memisahkan diri dari Yugoslavia, Kroasia dalam debutnya di Piala Dunia 1998 tim ini langsung membuat kejutan dengan meraih posisi ketiga. Kroasia adalah tim debutan dengan prestasi terbaik peserta Piala Dunia sepanjang sejarah sepak bola modern.

Dengan pemain-pemain bertalenta tinggi dan kualitas kelas dunia seperti Davor Suker, Alen Boksic, Zvonimir Boban, Robert Jarni memang tidak mengherankan jika Kroasia bisa tampil trengginas dan bisa terus melaju hingga ke semifinal hingga bertemu dengan tuan rumah Prancis.
Gol Davor Suker diawal babak kedua mampu dibalas oleh Prancis melalui 2 gol Lilian Thuram.

Dipertandingan perebutan posisi ke 3 Kroasia berhasil mengalahkan Belanda 2-1.  Di babak pertama Robert Prosinescki mencetak gol pertama dalam pertandingan itu sebelum disamakan oleh gol pemain Belanda Bowdewijn Zenden. Kemenangan Kroasia atas Belanda ditentukan oleh gol sang kapten Davor Suker yang menerima assist dari Zvonimir Boban. Davor Suker menjadi top scorer dengan 6 gol pada Piala Dunia edisi kali ini.

              Davor Suker setelah memastikan Kroasia meraih posisi ke 3 di Piala Dunia 1998 Prancis

Melihat dari sejarah keikutsertaan dan raihan prestasi di Piala Dunia Inggris yang akan bertemu kroasia di semifinal Piala Dunia 2018 ini lebih unggul namun untuk pertandingan kali ini dengan melihat kedalaman skuad Kroasia  yang diisi pemain-pemain kelas dunia seperti Ivan Rakitic dan Luca Modric ditengah, Ivan Perisic dan Mario Mandzukic sebagai penyerang bukan tidak mungkin Kroasia akan menciptakan sejarah baru lolos ke final Piala Dunia untuk pertamakalinya.



Namun Kroasia memang harus berjuang keras dan hati-hati ketika bertemu Inggris yang saat ini diisi pemain-pemain muda yang memiliki kecepatan dan semangat tinggi dibawah asuhan pelatih Gareth Southgate. Berhasil melaju hingga semifinal merupakan prestasi yang diluar dugaan pendukung Inggris. Dengan bimbingan kematangan pemain sebagai team player seperti Harry Kane dan  Jordan Henderson dilapangan pemain-pemain muda seperti  kiper Jordan Pickford yang hingga menjelang pertandingan semifinal bermain luar biasa, Harry Maguire,Dele Ali dan Marcus Rashford dapat menunjukan kualitas dengan permainan cepat dan bertenaga.



Laga Inggris vs Kroasia ini adalah tentang semangat vs kesabaran, kecepatan vs pengalaman dan gairah vs kematangan. Siapakah yang akan unggul? Menarik untuk menyaksikannya pagi dini hari nanti.

Catatan Kaki : Sejarah Prancis dan Belgia di Semifinal Piala Dunia

Prancis telah berlaga 5 kali di semifinal Piala Dunia dengan hasil 2 kali berhasil lolos 2 kali ke final. Dari 2 kali laga di final Prancis berhasil meraih gelar Piala dunia untuk pertamakalinya ketika menjadi tuan rumah tahun 1998. Dipenampilan ke 2 di final 2006 Prancis bertekuk lutut di tangan Italia.

Semifinal pertama Prancis di Piala Dunia terjadi pada tahun 1958. Pada penampilan di piala dunia ini Prancis adalah tim tersubur dengan 23 gol sepanjang turnamen.
Langkah Prancis terhenti di semifinal oleh Brasil dalam pertandingan yang menghasilkan pesta gol. Brasil berhasil melumat Prancis 5-2.
Di perebutan tempat ke 3 melawan Jerman Barat, Prancis yang dimotori oleh legenda Just Fontaine yang mencetak quattrick dalam pertandingan itu berhasil melumat lawannya 6-3.
Sejarah tercipta di pagelaran  Piala Dunia 1958 ini dimana Just Fontaine yang meraih Sepatu Emas dengan 13 gol merupakan pemain yang menciptakan rekor dan belum terpecahkan hingga saat ini dengan mencetak 13 gol dalam satu edisi Piala Dunia



Dipenampilan semifinal ke 2 di Piala Dunia 1982, Prancis tersingjir oleh Jerman Barat dalam adu pinalti 5-4 setelah dalam pertandingan waktu normal dan perpanjangan waktu hasil tetap imbang 3-3.
Gagal di semifinal Prancis juga gagal dalam perebutan tempat ke 3 setelah dikalahkan oleh Polandia 3-2.


Michele Platini, Alain Girrese, Jean Tigana dan Manuel Amoros adalah bintang-bintang Prancis di Piala Dunia 1982 Spanyol.


Prancis mengulang prestasi mereka di tahun 1982 dengan lolos ke semifinal Piala Dunia 1986 untuk ke 3 kalinya dan bertemu dengan Jerman Barat. Sayang dalam pertandingan ini Prancis yang masih mengandalkan Michele Platini kembali kandas. Jerman Barat berhasil menaklukan Prancis 2-0

Pada perhelatan Piala Dunia 1986 ini juga Belgia yang diperkuat bintang-binyangnya seperti Eric Gerets, Jean Marie Plaff, Hugo Broos dan rising star kala itu Enzo Scifo untuk pertamakalinya dalam keikutsertaan mereka di Piala dunia lolos ke semifinal. Di semifinal Belgia bertemu dengan Argentina dan takluk oleh 2 gol sang Legenda Diego Armando Maradona. Belgia pada saat itu bermain cukup baik tapi dikalahkan oleh satu pemain yaitu Maradona.

                                                                            BELGIA 1986

Pada perebutan tempat ke 3 Prancis berhasil mengalahkan Belgia 4-2 dalam perpanjangan waktu setelah dalam waktu normal imbang 2-2.


Prancis di Piala Dunia 1986 masih mengandalkan bintang yang bermain di Piala Dunia 1982 Spanyol antara lain Michele Platini, Jean Tigana, Manuel Amoros dan pemain muda Jean Pierre Papin.


Piala Dunia 1998 adalah puncak kesuksesan Prancis di Piala Dunia. Bermain di rumah sendiri Prancis berhasil meraih gelar Juara Dunia pertama kali dan satu-satunya hingga saat ini.Setelah di semifinal Prancis berhasil menyingkirkan tim kejutan Kroasia 2-1, di final Prancis menaklukan Brasil juara bertahan edisi sbelumnya yang diperkuat Pemain Terbaik Dunia kala itu Ronaldo.


Zinadine Zidane, Fabian Barthez, Marcell Desailly, Laurent Balnc, Didier Deschamp ( Pelatih Prancis di Piala Dunia 2018), Youri Djorkaef, Emanuel Petit, Robert Pires, Christope Dugarry, David Trezeguet, Thiery Henry adalah pilar Prancis di Piala Dunia 1998.


Di Piala Dunia 2006 Jerman, prancis gagal di final setelah dikandaskan oleh Italia dalam adu penalti 5-3, setelah dalam waktu normal dan diteruskan dengan perpanjangan waktu hasil imbang 1-1. Dalam final ini juga Zinadine Zidane dan Marco Materazzi menjadi aktor kontroversial setelah kedua belah pihak bersiteru dang menghasilksn tandukan legendaris Zidane yang membuat materazzi tersungkur sehingga Zidane dikeluarkan dari lapangan oleh wasit.
Prancis berhasil ke final setelah dalam pertandingan semifinal berhasil menaklukan Portugal 1-0.



Di Piala Dunia 2018 Rusia, Prancis dan Belgia akan saling menyingkirkan untuk dapat meraih satu posisi di partai final. Belgia dengan generasi emasnya patut memupuk asa untuk bisa menyingkirkan Prancis yang memiliki pemain-pemain muda berbakat dalam diri Kylian Mbappe, Paul Pogba dan striker tajam berpengalaman Antoine Griezmann.
Eden Hazard, Romelu lukaku, Kevin de Bruyne dan kiper muda sarat talenta Thibaut Courtouis dapat mengukir sejarah dengan mencapai final pertama mereka dan mungkin juga menambah daftar negara juara dunia yang baru.

                                                                        BELGIA 2018


                                                                       PRANCIS 2018